Segmen bernomor pertama dari split disk image, diikuti oleh part02, part03, dan bagian-bagian selanjutnya
Jenis file: Berkas biner citra disk (ISO)
File .part01 biasanya merupakan segmen pertama dari disk image yang dibagi menjadi beberapa file berurutan untuk penyimpanan atau transfer. File ini biasanya merupakan bagian dari rangkaian lengkap yang berisi file seperti .part02, .part03, dan bagian-bagian berikutnya.
Ekstensi ini bukan standar disk image universal, sehingga file umumnya tidak dapat dibuka atau di-mount secara terpisah. Image lengkap harus dirakit kembali terlebih dahulu menggunakan splitting tool asli atau utilitas penggabung file yang kompatibel. Aplikasi seperti 7-Zip, HJSplit, dan command-line tool khusus platform mungkin berguna, tergantung cara image tersebut dibuat.
Kategori jenis file:
Berkas biner citra disk (ISO)
Tanggal diperbarui: 14 Oktober 2026
File dengan akhiran .part01 berisi bagian berurutan dari file disk image yang lebih besar. Penomoran menunjukkan posisi segmen, bukan menentukan filesystem atau format image tertentu. Kumpulan yang cocok dapat menggunakan nama seperti image.part01, image.part02, dan image.part03, meskipun konvensi penamaan berbeda-beda antarutilitas.
Membagi image dapat memudahkan penyalinan file besar ke media yang dapat dilepas, pengunggahan, atau penyimpanannya pada filesystem dengan batas ukuran. Bagian-bagian tersebut biasanya merupakan fragmen biner dan tidak boleh diedit, diganti namanya secara terpisah, atau dibuka dengan text editor. Segmen yang hilang, urutannya salah, atau rusak dapat mencegah rekonstruksi berhasil.
Setelah semua bagian digabungkan, file yang dihasilkan dapat berupa ISO, DMG, raw disk image, atau format image lainnya. Image yang telah direkonstruksi kemudian dapat dibuka atau di-mount dengan software yang sesuai untuk format tersebut, seperti Disk Utility atau hdiutil di macOS, OSFMount di Windows, atau mount dan losetup di Linux.
Akhiran tersebut sendiri tidak mengidentifikasi vendor atau aplikasi tertentu. Beberapa program menggunakan ekstensi bernomor yang serupa untuk split archive, bukan disk image, sehingga dokumentasi unduhan asli dan nama segmen lainnya harus diperiksa sebelum memilih software pemulihan.
Pertama-tama letakkan file .part01 dan setiap segmen berikutnya, termasuk .part02, .part03, serta file lainnya setelah itu, di folder yang sama. Pastikan nama file lengkap dan berurutan, lalu gunakan aplikasi splitting atau imaging asli untuk merakitnya kembali. 7-Zip atau HJSplit mungkin dapat digunakan jika skema penamaannya sesuai dengan file-file tersebut.
Setelah rekonstruksi, buka disk image yang dihasilkan dengan program yang sesuai: OSFMount atau utilitas image lainnya di Windows, Disk Utility atau hdiutil di macOS, serta mount, losetup, atau utilitas disk image grafis di Linux. Jangan mencoba me-mount setiap segmen secara langsung.
Segmen .part01 biasanya tidak dikonversi secara terpisah. Rakit ulang semua bagian bernomor dalam urutan aslinya terlebih dahulu, sebaiknya menggunakan software yang membuatnya atau dengan binary concatenation tool. Di Windows, split-image utility yang sesuai atau perintah seperti copy /b mungkin sesuai; di macOS dan Linux, utility seperti cat dapat menggabungkan raw segments jika format dan urutannya diketahui.
Setelah image lengkap tersedia, image tersebut dapat dikonversi dengan desktop tool khusus format, seperti qemu-img, dmg2img, atau ISO utility. Online converter umumnya tidak sesuai untuk multi-part disk image karena batas upload, masalah privasi, dan kebutuhan untuk mempertahankan data binary secara tepat; gunakan online converter hanya jika secara eksplisit mendukung source format yang telah direkonstruksi.